Kamis, 18 September 2014

Aku Sangat Iri Dengan Wanita Itu..........



Hamba iri dengan wanita itu ya Rabb..
yang sholatnya tepat waktu dan jarang ditunda kecuali oleh urusan yang mendesak

Hamba iri dengan wanita itu ya Rabb..
yang menutup auratnya dengan sempurna sehingga yang nampak adalah khimar panjangnya yang menjuntai menutup dada, tidak transparan lagi anggun kelihatannya

Hamba iri dengan wanita itu ya Rabb..
yang menjadikan Qur’an buku favoritnya kemana-mana ia bawa, melakukan muraja’ah disetiap kesempatan dalam aktivitasnya 

Hamba iri dengan wanita itu ya Rabb..
yang bisa bangun tiap malam untuk menunaikan qiyamul lail berduaan denganMu dikala rasa kantuk membuat diriku enggan untuk meninggalkan selimut ..yang menangis dalam doa,pun bisa curhat padaMu sepuas-puasnya

Hamba iri dengan wanita itu ya Rabb..
yang pengetahuannya luas, lembut tutur katanya, baik perangainya, sopan pada sesama, ‘malu’ menjadi penghias hidupnya

ya Rabb, hamba sangat iri dengan wanita itu ..
yang shaumnya terjaga, sungguhlah pintu-pintu Ar-Rayyan laksana memanggil-manggil namanya

Iya, hamba begitu iri ya Rabb..
Kepada wanita-wanita yang rajin hadir disetiap kesempatan majelis ilmu 
Kepada wanita yang menjadikan sadaqah sebagai sandaran rizki
Kepada wanita yang menjadikan dzikir sebagai penggerak bibir
Kepada wanita yang memoles matanya dengan melihat hal-hal yang baik
Kepada wanita yang ikhlas mendoakan orang lain, pun kepada orang yang tidak disukai
Kepada wanita yang mampu menjaga hatinya
Kepada wanita yang lapang dadanya, mudah sekali memaafkan kesalahan
Kepada wanita yang ceria, sangat jarang mengeluh melainkan pandai mengambil ibrahnya
Kepada wanita yang bisa membagi waktunya, porsi untuk tugas kuliah juga porsi untuk ibadah
Kepada wanita yang bisa mengurangi jam tidurnya untuk diganti menjadi aktivitas positif lainnya

Untuk wanita itu, ya Rabb hamba saja sangat iri bagaimana dengan para bidadari disana?
Menjadi wanita di dunia bisa membuat iri bidadari-bidadari surga ?, padahal Allah ciptakan bidadari surga sedemikian bagusnya. Bahkan seharusnya aku iri dengan bidadari itu. Allah telah mensifatkan mereka yang baik-baik, banyak ayat Al-Qur’an dan hadits yang berbicara tentangnya
‘Dan (di dalam surga itu) ada bidadari yang bermata jeli.’ (al-Waaqi’ah:22)
‘Laksana mutiara yang tersimpan baik.’ (al_Waaqi’ah: 23)
Di dalam surga-surga itu ada bidadari -bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (ar-Rahmaan: 70)
‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.’ (ash-Shaaffat: 49)

Diriwayatkan oleh Nabi SAW. beliau bersabda: “Allah SWT menciptakan wajah bidadari dari empat warna yaitu: putih, hijau, kuning, merah. Allah menciptakan tubuhnya dari za’faran, misik, anfar dan kafur. Rambutnya dari sutera yang halus, mulai dari jari-jari kakinya sampai ke lututnya hingga lehernya dari anbar. dan dari lehernya sampai kepalanya dari kafur. Andaikata bidadari itu meludah sekali di dunia, maka jadilah dunia ini kasturi. Di dadanya tertulis nama suaminya dan nama-nama dari Allah SWT. Pada setiap tangan dari kedua tangannya, terdapat sepuluh gelang dari emas, sedangkan pada jari-jarinya, terdapat sepuluh cincin, dan pada kedua kakinya terdapat sepuluh binggal dari permata dan mutiara.

Wallahi, yang demikian bukanlah telah menjadi kesempurnaan bagi bidadari-bidadari itu?
Tapi, Maha Besar Allah suatu ketika Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah
‘Wahai Rasulullah, mana yang lebih utama: wanita dunia atau bidadari?’
Beliau menjawab, ‘Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari, seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tidak tampak.’
Ummu Salamah bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, mengapa demikian?’
Beliau bersabda, ‘Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka karena Allah. Allah Ta’ala memberi cahaya di wajah mereka. Mereka mengenakan sutra di tubuhnya. Warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan: kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.’
Rasulullah bahkan berkata seperti itu, maka patutlah kita menjadi iri kepada wanita yang ketika didunianya seperti itu.

"Semoga kita bisa berhijrah  menjadi muslimah yang menjadikan iri bidadari surga serta dirindu oleh surga-Nya,, "

Di Bumi Allah…,,
Hamparan tanah Banjarmasin, 18 September 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar