Senin, 01 September 2014

AL-QUR'AN Cintailah Aku, Kau Menyayangiku


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Persembahan untuk Sang Kekasih Hati:

dalam Cahaya-Mu aku belajar mencintai
dalam Keinahan-Mu aku belajar menulis puisi
Kau....senantiasa menari dalam hatiku
meski tak seorangpun tahu
aku sering ikut menari bersama-Mu
dan ketika bersama-Mu inilah.....
yang menjadi inti dari semua rasa pada-Mu

Kekasih...
beri akau kesempatan untuk mengetahui
bagaimana cara mencintai-Mu
dan nyalakanlah obor di tangan-Mu
untuk membakar habis rumah keegoan dalam diriku

Sesungguhnya jika hati ini cinta kepada sesuatu, maka dia akan tertambat dan bergantung kepadanya, selalu merasakan kesenangan bersamanya dan kerinduan ingin bertemu dengannya serta tidak ingin berpisah dan jauh-jauh darinya. 

Begitu juga terhadap Al Quran. Jika hati seseorang sudah mencintainya, maka dia akan merasakan kenikmatan ketika membacanya, merasa senang dan gembira saat bersamanya. Dia akan berusaha untuk mengetahui, memahami dan menyelami arti dan makna yang terkandung di dalamnya. 

Sebaliknya, jika tidak ada kecintaan, maka hati ini akan sulit menerima Al Quran, terasa berat untuk tunduk taat kepada Al Quran.
Kecintaan hati kepada Al Quran mempunyai beberapa tanda, di antaranya:
  1. Kesukaannya ketika bersua (berjumpa) dengannya.
  2. Tidak merasa jenuh dan bosan ketika duduk-duduk bersama dan membacanya dalam waktu yang cukup lama.
  3. Jika jauh darinya, maka ia akan selalu merindukannya dan berharap bisa segera bertemu dengannya.
  4. Banyak berdialog dengannya dan meyakini petunjuk dan arahannya serta kembali kepadanya ketika menghadapi berbagai persoalan hidup, baik kecil maupun besar.
  5. Mentaatinya, baik dalam perintah maupun larangan. Inilah tanda-tanda terpenting dan utama akan adanya rasa kecintaan seseorang kepada Al Quran. Jika salah satunya tidak ada, kecintaan itupun ikut berkurang. Maka, ukurlah diri kita dengan tanda-tanda utama tersebut di atas. Pertanyaannya sekarang adalah: “Apakah kita mencintai Al Quran?”
Cara Agar Hati Mencintai Al Quran
  1. Berdo’a pada Allah agar hati kita mampu mencintai Alquran Persoalan cinta adalah persoalan (qalbu) hati. Sementara kita tidak sanggup menguasai hati kita sendiri. Hati seseorang terletak di tangan Allah. Dia membuka dan menutup hati seseorang kapan saja Dia menghendaki, dengan hikmah-Nya, serta ilmu-Nya.”…Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka…”(Al Kahfi: 57).
  2. Berilmu, yaitu berusaha mempelajari dan memahami keagungan dan keutamaan Al Quran dan keutamaan orang-orang yang mempelajarinya, menghafalnya dan mengamalkannya. Diantara keutamaan Al Quran dan keutamaan orang yang mempelajarinya, adalah: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan yang mengajarkannya.” (HR. Al Bukhari)
  3. Bergaul dengan orang-orang shalih. “Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan teman akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih teman pendamping.” (HR. Ahmad)
  4. Bersabar, maksudnya adalah kita bersabar dalam ketiga hal di atas. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS. Ali Imran: 200).
Disadur dari “ Al Quran Cintailah Aku, Kau Mencintaiku” karya Drs. Heri Sunarko M. Si



"Semoga kita bisa bermetamorfosis  menjadi muslim atau muslimah yang dirindu oleh surga-Nya,, "


Di Bumi Allah…,,
Hamparan tanah Banjarmasin, 01 September 2014
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar